Di era digital ini, kita selalu dibuat tahu bahwa generasi M yang lahir setelah tahun 1997 memiliki kemampuan menyerap informasi yang lebih cepat dan dalam daripada generasi sebelumnya. Namun, apakah pendidikan yang kami terima di sekolah saat ini sudah cukup untuk membantu mereka menjadi “Digital Native”?
Pendidikan Di Sekolah vs Digital Native
Sekolah telah menjadi tempat pertama di mana kita mengenal bahasa Inggris, matematika, dan lain-lain. Namun, apakah sekolah sudah siap untuk membantu anak-anak ini menikmati kebebasan digital?
- Kelebihan Sekolah: memberikan pengetahuan dasar tentang berbagai subjek, seperti matematika, bahasa Inggris dan sains.
- Kekurangan Sekolah: tidak dapat menyiapkan anak-anak untuk menghadapi dunia digital yang cepat berubah.
Contoh yang paling nyata adalah bagaimana “Digital Native” ini mampu menggunakan smartphone dengan sangat mudah. Di sekolah, mereka harus lagi-lagi belajar cara menggunakan komputer untuk mengakses internet, bukan menggunakan smartphone yang sudah dimiliki oleh orang tua.
Perlu Perubahan
Sekolah harus berubah agar anak-anak ini dapat menikmati kebebasan digital. Salah satu cara untuk dilakukan adalah dengan mengadakan kelas tentang “Digital Literacy” yang lebih fokus pada kemampuan menggunakan teknologi, bukan hanya pengetahuan dasar.
Selain itu, sekolah juga harus memberikan lebih banyak waktunya kepada anak-anak untuk berlatih dan berpraktik dalam menggunakan smartphone dan perangkat lainnya. Dengan begitu mereka dapat memperoleh pengalaman nyata yang lebih baik daripada hanya belajar teori.
Perlu diingat bahwa, pendidikan adalah proses belajar yang terus-menerus. Sekolah harus siap untuk berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan anak-anak ini agar mereka dapat menjadi “Digital Native” yang siap menghadapi dunia digital.